Selamat Datang teman-teman di blogger saya. Kali ini saya, Roy Abriyanto dari kelas 1IA25 Teknik informatika Gunadarma Akan
menjelaskan apa itu Masalah Sosual dan Contohnya, berikut juga dengan solusinya
.
Masalah sosial adalah suatu kondisi yang
dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam
nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota
masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.
Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di
media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.
Jadi yang memutuskan bahwa sesuatu itu
merupakan masalah sosial atau bukan, adalah masyarakat yang kemudian
disosialisasikan melalui suatu entitas. Dan tingkat keparahan masalah sosial
yang terjadi dapat diukur dengan membandingkan antara sesuatu yang ideal dengan
realitas yang terjadi (Coleman dan Cresey, 1987).
Masalah Sosial yang ada di Indonesia salah satunya
adalah gelandangan. Gelandangan adalah masalah serius bagi setiap kota, secara
nyata agaknya persoalan ini mencerminkan problema sosial yang besar yang dapat
ditemui dalam pergaulan hidup manusia di mana-mana termasuk di kota-kota di Indonesia.
Dalam publikasi pers “GELANDANGAN” di Indonesia sering diistilahkan dengan”TUNA
WISMA”-“TUNA KARYA” yang berarti orang-orang yang hidupnya tidak memiliki
perumahan dan pekerjaan tetap.
Mereka yang menjalani kehidupan gelandangan (TUNA
WISMA-TUNA KARYA) di kota-kota besar dapat dijumpai di trotoar, taman,
lapangan, kolong-kolong jembatan dan tempat lain.
A. Sebab-sebab seorang menjalani
kehidupan gelandangan
Menurut ahli-ahli penelitian mengenai
gelandangan di berbagai kota besar di Indonesia. dapatlah disimpulkan bahwa
mereka hidup sebagai gelandangan karena beberapa faktor tertentu sebagai
berikut :
1. Sebab-sebab yang
berhubungan dengan jasmani dan rohani seperti:
- a. Frustasi/tekanan jiwa.
- b. Cacat mental.
- c. Cacat fisik.
- d. Malas Bekerja.
2. Sebab-sebab sosial/kemasyarakatan seperti :
- a. di desa tidak dapat digunakan Pengaruh-pengaruh buruk dalam
masyarakat (perjudian, madat, dll).
- b. Gangguan keamanan dan bencana alam yang memaksa penduduk desa
mengungsi atau berurbanisasi ke kota-kota.
- c. Pengaruh konflik sosial di mana terdapat ketidak serasian hidup
antara penduduk-penduduk desa yang mengadakan urbanisasi ke kota-kota
dimana lapangan hidup telah tertutup dan keahlian yang biasa digunakan di
kota.
3. Sebab-sebab ekonomi seperti :
- a. Kesulitan menanggung hidup, lebih-lebih yang keluarganya besar.
- b. Kecilnya pendapatan per kapita sehingga lambat laun tak dapat
bekerja terus.
- c. Kegagalan dibidang pertanian (areal tanah tidak dapat diperluas
lagi untuk pertanian) belum berkembangnya industry sehingga tidak dapat
menampung tenaga kerja.
B. Penghidupan dan kehidupan gelandangan
Tuna Wisma/Tuna Karya di kota-kota dapat dijumpai dalam
bentuk perorangan (tidak berkelompok) dan berkelompok. Gelandangan yang terikat
pada suatu kelompok akan taat terhadap kepala kelompok yang mengorganisir untuk
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu seperti cari kertas, pecahan kaca, puntung
rokok, dll. Sedangkan yang tidak berkelompok bebas melakukan sesuatu sesuai
kehendaknya.
Sekalipun gelandangan hidup tanpa pekerjaan tetap
(nganggur) tetapi menurut penelitian, ternyata mereka mempunyai pencaharian
juga untuk membiayai hidupnya dengan melakukan usaha-usaha :
- 1. Membecak.
- 2. Memburuh (kuli).
- 3. Mencari puntung rokok, pecahan kaca, dll.
- 4. Melacurkan diri.
- 5. Kerja di penampungan.
- 6. Mengemis
- 7. Dan lain-lain.
Dari pencaharian-pencaharian tersebut
mereka memperoleh penghasilan tiap hari diantara Rp.500,- sampai dengan
Rp.1500,-atau lebih. Untuk pengeluaran tiap hari, hampir sama dengan jumlah
penghasilan, dengan demikian dapat dikatakan sekalipun lahiriah gelandangan
dilihatnya hidup tak wajar tetapi sampai akhir-akhir ini nampak mereka masih
dapat membiayai hidupnya. Juga ada yang terjun sebagai pencuri, dll.
C. Usaha-usaha mengatasi gelandangan
Secara singkat dapat dikemukaan bahwa
Pemerintah Daerah biasanya bekerja sama dengan polisi (vice control) dan
jawatan sosial melakukan kegiatan-kegiatan mendangulangi gelandangan dengan
usaha sebagai berikut :
- 1. Mengadakan razzia penangkapan kemudian ditampung di suatu tempat di
luar kota untuk direhalilitir.
- 2. Menampung para gelandangan untuk dididik dan dipersiapkan untuk
dikembalikan ke masyarakat setelah memiliki kepandaian atau
ditransmigrasikan.
Demikianlah Masalah Sosial yg saya ketahui di Indonesia, jika ada kesalahan mengenai perkataan dan kata yang menyinggung
mohon dimaafkan, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Trimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar