Kamis, 10 Oktober 2013

Masalah Sosial Didalam Masyarakat

Selamat Datang teman-teman di blogger saya. Kali ini saya, Roy Abriyanto dari kelas 1IA25 Teknik informatika Gunadarma Akan menjelaskan apa itu Masalah Sosual dan Contohnya, berikut juga dengan solusinya .

Masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.

Jadi yang memutuskan bahwa sesuatu itu merupakan masalah sosial atau bukan, adalah masyarakat yang kemudian disosialisasikan melalui suatu entitas. Dan tingkat keparahan masalah sosial yang terjadi dapat diukur dengan membandingkan antara sesuatu yang ideal dengan realitas yang terjadi (Coleman dan Cresey, 1987).

Masalah Sosial yang ada di Indonesia salah satunya adalah gelandangan. Gelandangan adalah masalah serius bagi setiap kota, secara nyata agaknya persoalan ini mencerminkan problema sosial yang besar yang dapat ditemui dalam pergaulan hidup manusia di mana-mana termasuk di kota-kota di Indonesia. Dalam publikasi pers “GELANDANGAN” di Indonesia sering diistilahkan dengan”TUNA WISMA”-“TUNA KARYA” yang berarti orang-orang yang hidupnya tidak memiliki perumahan dan pekerjaan tetap.


Mereka yang menjalani kehidupan gelandangan (TUNA WISMA-TUNA KARYA) di kota-kota besar dapat dijumpai di trotoar, taman, lapangan, kolong-kolong jembatan dan tempat lain.

A. Sebab-sebab seorang menjalani kehidupan gelandangan

Menurut ahli-ahli penelitian mengenai gelandangan di berbagai kota besar di Indonesia. dapatlah disimpulkan bahwa mereka hidup sebagai gelandangan karena beberapa faktor tertentu sebagai berikut :

1. Sebab-sebab yang berhubungan dengan jasmani dan rohani seperti:
  • a. Frustasi/tekanan jiwa.
  • b. Cacat mental.
  • c. Cacat fisik.
  • d. Malas Bekerja.
2. Sebab-sebab sosial/kemasyarakatan seperti :

  • a. di desa tidak dapat digunakan Pengaruh-pengaruh buruk dalam masyarakat (perjudian, madat, dll).
  • b. Gangguan keamanan dan bencana alam yang memaksa penduduk desa mengungsi atau berurbanisasi ke kota-kota.
  • c. Pengaruh konflik sosial di mana terdapat ketidak serasian hidup antara penduduk-penduduk desa yang mengadakan urbanisasi ke kota-kota dimana lapangan hidup telah tertutup dan keahlian yang biasa digunakan di kota.
3. Sebab-sebab ekonomi seperti :

  • a. Kesulitan menanggung hidup, lebih-lebih yang keluarganya besar.
  • b. Kecilnya pendapatan per kapita sehingga lambat laun tak dapat bekerja terus.
  • c. Kegagalan dibidang pertanian (areal tanah tidak dapat diperluas lagi untuk pertanian) belum berkembangnya industry sehingga tidak dapat menampung tenaga kerja.

B. Penghidupan dan kehidupan gelandangan

Tuna Wisma/Tuna Karya di kota-kota dapat dijumpai dalam bentuk perorangan (tidak berkelompok) dan berkelompok. Gelandangan yang terikat pada suatu kelompok akan taat terhadap kepala kelompok yang mengorganisir untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu seperti cari kertas, pecahan kaca, puntung rokok, dll. Sedangkan yang tidak berkelompok bebas melakukan sesuatu sesuai kehendaknya.
Sekalipun gelandangan hidup tanpa pekerjaan tetap (nganggur) tetapi menurut penelitian, ternyata mereka mempunyai pencaharian juga untuk membiayai hidupnya dengan melakukan usaha-usaha :

  • 1. Membecak.
  • 2. Memburuh (kuli).
  • 3. Mencari puntung rokok, pecahan kaca, dll.
  • 4. Melacurkan diri.
  • 5. Kerja di penampungan.
  • 6. Mengemis
  • 7. Dan lain-lain.
Dari pencaharian-pencaharian tersebut mereka memperoleh penghasilan tiap hari diantara Rp.500,- sampai dengan Rp.1500,-atau lebih. Untuk pengeluaran tiap hari, hampir sama dengan jumlah penghasilan, dengan demikian dapat dikatakan sekalipun lahiriah gelandangan dilihatnya hidup tak wajar tetapi sampai akhir-akhir ini nampak mereka masih dapat membiayai hidupnya. Juga ada yang terjun sebagai pencuri, dll.

C. Usaha-usaha mengatasi gelandangan
Secara singkat dapat dikemukaan bahwa Pemerintah Daerah biasanya bekerja sama dengan polisi (vice control) dan jawatan sosial melakukan kegiatan-kegiatan mendangulangi gelandangan dengan usaha sebagai berikut :
  • 1. Mengadakan razzia penangkapan kemudian ditampung di suatu tempat di luar kota untuk direhalilitir.
  • 2. Menampung para gelandangan untuk dididik dan dipersiapkan untuk dikembalikan ke masyarakat setelah memiliki kepandaian atau ditransmigrasikan.

Demikianlah Masalah Sosial yg saya ketahui di Indonesia, jika ada kesalahan mengenai perkataan dan kata yang menyinggung mohon dimaafkan, semoga makalah ini dapat bermanfaat.  Trimakasih



Tidak ada komentar:

Posting Komentar