Kamis, 16 Maret 2017

Program Jaringan : Membuat Simple Client Server Menggunakan Bahasa Pemrograman Java

Listing Program

simpleServer.java (1)

simpleServer.java (2)
simpleClient.java (1)

simpleClient.java (2)

Logika Program simpleServer
  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk peerosesan input dan output. sedangkan baris ke-2 adalah untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-3 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah simpleServer
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program, dan baris ke-4 sebuah fungsi dimana kita memberikan variabel bertipe data TESTPORT dengan tipe data integer dan nilanya 5000.
  4. Baris ke-6 sampai ke-10 deklarasi fungsi variabel yang masing-masing nilainya null.
  5. Baris ke-11 sampai ke-16 adalah pengecekan dimana jika server dijalankan maka akan tampil output "Aplikasi server hidup..." dan kemudian memberikan tekanan enter pada kodingan dibaris ke-15.
  6. Baris ke-17 sampai ke-24 adalah intinya jika program simpleServer dijalankan  program akan menunggu masukan dari program simpleClient dan akan menerimanya.
  7. Baris ke-25 sapai ke-35 merupakan pengecekan dimana jika password di simpleClient yang dikirimkan ke simpleServer cocok dan berhasil, maka akan menampilkan output "salam juga" dari program simpleServer. begitu juga sebaliknya.
  8. Baris ke-37 sampai ke-44 adalah perogram akan mengexecute dan memberhentikan proses.

Logika Program simpleClient
  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk peerosesan input dan output. sedangkan baris ke-2 adalah untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-3 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah simpleClient
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program, dan baris ke-4 sebuah fungsi dimana kita memberikan variabel bertipe data REMOTE_PORT dengan tipe data integer dan nilanya 5000.
  4. Baris ke-6 sampai ke-10 deklarasi fungsi variabel yang masing-masing nilainya null.
  5. Baris ke-14 sampai ke-23 membuka koneksi ke server pada REMORT_PORT.
  6. Baris ke-25 sampai ke-31 adalah client menuliskan nama servernya. jika nama yang ditunjukan benar maka akan menampilkan masukkan password. jika salah maka akan menampilkan output "error waiting to serve ... "
  7. Baris ke-33 sapai ke-38 adalah untuk menerma tanggapan dari server.
  8. Baris ke-40 sampai ke-47 adalah perogram akan mengexecute dan memberhentikan proses.
Cara Menjalankan
  1. Kompilasi kedua program diatas dengan :
    $ javac simpleServer.java
    $ javac simpleClient.java

    Jalankan kedua program tersebut dikomputer anda. Pertama jalankan server, (buka
    jendela console shell lebih dulu), dan tunggu koneksi client
    $ java simpleServer

    Untuk menjalankan program client buka jendela console shell baru dan ketikkan.
    $ java simpleClient <nama-komputer-server>

    Pada aplikasi client, masukkan kata kunci yang diminta, yaitu “salam”. Perhatikan
    apa terjadi kemudian di sisi aplikasi Server maupun client. Coba juga Anda
    memasukkan kata-kata yang lain.

    Lakukan langkah 5 dan 6 dengan menjalankan aplikasi client dan server di
    komputer yang berbeda.
Output
Output Program

Rabu, 15 Maret 2017

Program Jaringan : Cara Melihat IP Address Berdasarkan Host Name Menggunakan Bahasa Pemrograman Java

Listing Program

Listing Program NsLookup.java
Logika Program
  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-2 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah NsLookup
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program.
  4. Baris ke-4 sampai ke-7 sebuah kondisi dimana ketika menjalankan program "java NsLookup" saja tanpa menginput Nama Host Komputer yang dipakai, makan program akan menampilkan output "Pemakaian : java NsLookup <Host Name>
  5. Baris Ke-8 merupakan pemanggilan fungsi string yang disimpan di variabel host dengan nilai argumen 0.
  6. Baris ke-9 merupakan pemanggilan fungsi InetAddres yang disimpan di variabel address dengan nilai null atau kosong.
  7. Baris ke-10 sampai ke-15 merupakan sebuah kondisi dimana jika user salah memasukan Host Name komputer yang digunakan. baris ke-11 yaitu program akan mengecek Host Name yang user inputkan, jika salah maka program akan menampilkan "Unknow Host"
  8. Pada Baris ke-16 sampai ke-20 adalah sebuah perulangan dimana program akan mencetak angka per angka ip address komputer kita setuap 3 bilangan. kemudian diikuti dengan tanda titik (.) di perulangan pertama dengan menampilkanya kesamping. sehingga membentuk deretan IP Address dari hasil input Host Name.
  9. Baris ke-21 hanya menampilkan penekanan enter.
Output

Hasil Input Host Name 

Program Jaringan : Cara Melihat Host Name Berdasarkan IP Menggunakan Bahasa Pemrograman Java

Listing Program

Listing Program IPtoName.java
Logika Program
  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-2 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah IPtoName.
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program.
  4. Baris ke-4 sampai ke-7 sebuah kondisi dimana ketika menjalankan program "java IPtoname" saja tanpa menginput IP Address, makan program akan menampilkan output "Pemakaian : java IPtoName <IP Address>
  5. Baris Ke-8 merupakan pemanggilan fungsi string yang disimpan di variabel host dengan nilai argumen 0.
  6. Baris ke-9 merupakan pemanggilan fungsi InetAddres yang disimpan di variabel address dengan nilai null atau kosong.
  7. Baris ke-10 sampai ke-15 merupakan sebuah kondisi dimana jika user salah memasukan IP address komputer yang digunakan. baris ke-11 yaitu program akan mengecek ip addres yang user inputkan, jika salah maka program akan menampilkan "invalid IP - malformed IP"
  8. Baris ke-16 jika semua kondisi terpenuhi atau benar makan program akan menampilkan HostName komputer kita dari IP yang user inputkan.
Output
Hasil input IP

Program Jaringan : Cara Melihat Host Name Menggunakan Bahasa Pemrograman Java

Listing Program

Listing Program grtName.java
Logika Program
  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-2 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah getName
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program.
  4. .
  5. Baris ke-4 dan 5 merupakan deklarasi variabel dimana baris ke 4 adalaha kita memanggil fungsi java yaitu InetAddress dengan nilai parameternya null atau kosong, kemudian disimpan didalam variabel host. pada baris ke 5 variabel host akan menyimpan nilai InetAddres (nama Host) yang terdapat pada sistem komputer yang kita pakai.
  6. Baris ke-6 dan ke-7 merupakan output dimana baris ke 6 akan mencetak "Nama komputer anda : " , dilanjutkan dengan memanggil nilai dari hostname yang disimpan di variabel host.
Output

Host Name 

Program Jaringan : Cara Melihat IP Address Menggunakan Bahasa Pemrograman Java

Listing Program


Listing Program getIP.java
Logika Program

  1. Pada baris ke-1 fungsi nya adalah untuk memasukkan library java yang akan kita gunakan untuk mendukung pemrograman jaringan seperti halnya memanggil IP yang akan kita buat ini. 
  2. Pada baris ke-2 merupakan fungsi utama dengan status public, dengan nama fungsinya adalah getIP.
  3. Baris ke-3 merupakan sebuah elemen wajib pada java ketika kita membuat program.
  4. Baris ke-4 dan 5 merupakan deklarasi variabel dimana baris ke 4 adalaha kita memanggil fungsi java yaitu InetAddress dengan nilai parameternya null atau kosong, kemudian disimpan didalam variabel host. pada baris ke 5 variabel host akan menyimpan nilai InetAddres (ip localhost) yang terdapat pada sistem komputer yang kita pakai.
  5. Baris ke-6 fungsi java yaitu byte disimpan di variabel ip dengan menggunakan parameter ([]) dan memanggil nilai dari host yang isinya adalah angka berupa ip address.
  6. Pada Baris ke-7 sampai ke-13 adalah sebuah perulangan dimana program akan mencetak angka per angka ip address komputer kita setuap 3 bilangan. kemudian diikuti dengan tanda titik (.) di perulangan pertama dengan menampilkanya kesamping. sehingga membentuk deretan IP Address.
Output

Ip Komputer Yang Digunakan

Sabtu, 19 November 2016

Cloud Computing

Pendahuluan
Cloud Computing? Pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu Komputasi Awan”. Ada banyak tulisan dan sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, namun banyak dari penjelasan tersebut yang terlalu teknis, sehingga bagi orang awan akan kesulitan untuk memahaminya. Tulisan ini sengaja dibuat untuk mempermudah orang awam memahami Cloud Computing. Diharapkan setelah membaca tulisan ini, para pembaca akan bisa memahami dasar pengetahuan mengenai Cloud Computing dengan lebih mudah.

Apa itu Cloud Computing?
Untuk memudahkan pemahaman mengenai model cloud computing kita ambil analogi dari layanan  listrik  PLNTentu  kita  semua  adalah  para  pemakai  listrik  dalam  kehidupan sehari-hari.   Untu bisa   menikmat listrik kit tidak   perlu   mendirikan   infrastruktur pembangkit listrik sendiri, bukan? Yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN karena PLN sudah menyediakan layanan listrik ini untuk pelanggan.
Kalau  Anda  pernah  melihat  gardu  induk  PLN,  Anda  akan  melihat  bagaimana  rumitnya instalasi listrik disana dengan banyak sekali transformator dan peralatan berat lainnya (Resource Pooling). Disinilah sumber daya listrik berpusat untuk kemudian didistribusikan ke pelanggan. Distribusi listrik ke pelanggan dari gardu induk ini menggunakan kabel listrik yang sudah distandarisasi. Kabel antara pembangkit listrik dengan gardu induk biasa dikenal dengan istilah SUTET (Saluran Udara Tegangan Ektra Tinggi). Dari gardu induk, distribusi kemudian dipecah ke gardu-gardu lain sampai akhirnya sampai di rumah pelanggan dengan kabel  yang  lebih  kecil.  Kabel  listrik  yang  ada  ini  menjamin  koneksi  listrik  yang  cepat, sehingga layanan listrik bisa dinikmati terus menerus (Broad Network Access).
Setelah  mendaftar,  pelanggan  bisa  memakai  energi  listrik  dan  membayar  kepada  PLN berdasarkan jumlah penggunaan listrik kita tiap bulan. Jumlah yang dibayar dihitung dari meteran listrik di rumah pelanggan (Measured Service). Saat pelanggan butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misalnya saat acara pernikahan keluarga), pelanggan tinggal meminta kepada PLN untuk menambahkan daya, dan suatu saat nanti ketika ingin menurunkan daya lagi, pelanggan tinggal meminta juga kepada PLN.


Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini bersifat elastis, untuk menambah daya atau menurukannya   bisa   dilakukan   seger (Rapi Elasticity).   Akan   sangat   menarik   jika kedepannya untuk melakukan penambahan/penurunan daya tersebut, pelanggan bisa melakukannya sendiri dari suatu alat yang disediakan oleh PLN., sehingga tidak dibutuhkan lagi interaksi dengan pegawai PLN (Self Service).
Ketika memakai layanan listrik dari PLN, pelanggan tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik . Hal terpenting yang    perlu diketahui adalah listrik  menyala  untuk  kebutuhan  sehari-hari,  sertberapa  tagihan  listrik  yang  perlu dibayar tiap bulannya. Pelanggan tidak perlu mengetahui secara detail bagaimana PLN merawat infrastruktur listriknya, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Intinya, pelanggan cukup tahu bahwa dapat menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulannya, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggannya.
Nah, analogi PLN di atas adalah gambaran dari layanan Cloud Computing. Menurut NIST (National Institute of Standards and Technology), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu:

1 Resource Pooling
Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwidth, dsb.) yang dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant. Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi kebutuhannya.

2 Broad Network Access
Kapabilitas layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.

3 Measured Service
Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berapa resources komputasi yang telah dipakai, seperti: bandwidth , storage, processing, jumlah pengguna aktif, dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk transparansi antara cloud provider dan cloud consumer.


 4 Rapid Elasticity
Kapabilitas dari layanan cloud provider bisa dipakai oleh cloud consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menaikkan atau menurunkan kapasitas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat.

5 Self Service
Cloud Consumer bisa mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.
Kelima  karakteristik  Cloud  Computing  tersebut  harus  ada  di  service  provider  jika  ingin disebut sebagai penyedia layanan Cloud Computing. Salah satu saja dari layanan tersebut tidak terpenuhi, maka penyedia layanan tersebut belum/tidak pantas disebut sebagai cloud provider.

Layanan Cloud Computing
Setelah pengguna mengetahui karakteristik dari Cloud Computing, berikutnya akan dibahas jenis-jenis layanan dari Cloud Computing. NIST sendiri membagi jenis layanan Cloud Computing menjadi tiga sebagai berikut:
1 Software as a Service (SaaS)
SaaS adalah        layanan        dari Cloud        Computing dimana        pelanggan        dapat menggunakan software (perangkat  lunak)  yang  telah  disediakan  oleh  cloud  provider. Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.
Contoh dari layanan SaaS ini antara lain adalah:

  •         Layanan produktivitas: Office365, GoogleDocs, Adobe Creative Cloud, dsb.
  •          Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail, dsb.
  •          Layanan social network Facebook, Twitter, Tagged, dsb.
  •          Layanan instant messaging: YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb.
Selain contoh di atas, tentu masih banyak lagi contoh yang lain.  Dalam perkembangannya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa dinikmati dengan menginstal aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa dinikmatidengan layanan Cloud Computing.
Keuntungan  dari  SaaS  ini  adalah  kita tidak  perlu  membeli lisensi  software  lagi.  Kita tinggal berlangganan ke cloud provider dan tinggal membayar berdasarkan pemakaian.

2 Platform as a Service (PaaS)
PaaS adalah   layana dari Clou Computin kit bisa   menyew rumah”   berikut lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah dan memelihara “rumah tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan “rumah ini (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misalkan ingin menyewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah disewa, tanpa peduli bagaimana perawatan dari kamar dan lingkungan kamar. Yang terpenting adalah, suasananya nyaman untuk digunakan. Jika suatu saat dibuat tidak nyaman, maka pelanggan dapat pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanannya. Contoh penyedia layanan PaaS: Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine Keuntungan  dari PaaS bagi     pengembang  dapat  fokus  pada  aplikasi  yang  sedang dikembangkan  tanpa  harus  memikirkan  “rumah untuk  aplikasi,  dikarenakan   ahl tersebut sudah menjadi tanggung jawab cloud provider.

3 Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita bisa menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi  (CPU),   penyimpana data  (storage), memory  (RAM),  bandwidt ,  dan konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun diatasnya.
Contoh penyedia layanan IaaS : Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi
komputer virtual tersebut dapat diubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage, dsb. dengan segera.
Untuk  lebih  memudahkan  pemahaman  mengenai  model  cloud  computing,  perhatikan gambar transformasi dari on-premise model ke cloud model dibawah ini:

Gambar 1: Transformasi on-premise model ke cloud model
Deployment Model Cloud Computing?
Setelah  kita  tahu  jenis  layanan  dari  cloud  computing,  sekarang  kita  bahas  tentang deployment model dari cloud computing. Menurut NIST, ada empat deployment model dari cloud computing ini, yaitu:

1 Public Cloud
Adalah   layanan Clou Computing yang   disediakan   untu masyarakat   umum. Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public  Cloud yang  gratis,  dan  ada  juga  yang  perlu  membayar  untuk  bisa menikmati layanannya.
Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live Mail, dsb.
Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365, GoogleApps, dsb.

Keuntungan:
Pengguna tidak perlu berinvestasi untuk merawat serta membangun infrastruktur, platform, ataupun aplikasi. Kita tinggal memakai secara gratis (untuk layanan yang gratis) atau membayar sebanyak pemakaian (pay as you go). Dengan pendekatan ini, kita bisa mengurangi dan merubah biaya Capex (Capital Expenditure) menjadi Opex (Operational Expenditure).

Kerugian:
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet (koneksi) yang kita pakai. Jika koneksi internet mati, maka tidak ada layanan yang dapat diakses. Untuk itu,    perlu dipikirkan secara matang infrastruktur internetnya.

2 Private Cloud
Adalah   layanan clou computing yang   disediakan   untu memenuh kebutuhan internal   dari   organisasi/perusahaan Biasanya   departeme I aka berperan sebagai service  provider (penyedia  layanan)  dan  departemen  lain  menjadi service consumer.  Sebagai service  provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada.
Contoh layanannya:
SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal. PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal IaaS: Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal 

Keuntungan:
Menghemat  bandwidth  internet  ketika  layanan  itu  hanya  diakses  dari  jaringan
internal.Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, akan tetapi tetap saja tergantung dengan koneksi jaringan lokal (intranet).

Kerugian:
Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastrukturnya.Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.

3 Hybrid Cloud
Adalah       gabungan       dari       layanan Public       Cloud dan Private       Cloud yang diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
Contohnya:
Perusahaan  A  menyewa  layanan  dari GoogleApp  Engine  (Public  Cloud) sebagai “rumah yang  dipakai  untuk  aplikasi  yang  mereka  buatDi  negartersebut  ada aturan kalau data nasabah dari sebuah perusahaan tidak boleh disimpan pada pihak ketiga. Untuk menaati peraturan yang ada, data nasabah dari perusahaan A tetap disimpan pada database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan konektifitasnya ke database internal tersebut.
Perusahaan B menyewa layanan dari Office365 (Public Cloud). Karena perusahaan B tersebut sudah mempunyai banyak user yang tersimpan di Active Directory yang berjalan di atas Windows Server mereka (Private Cloud), akan lebih efektif kalau Active Directory tersebut dijadikan identity untuk login ke Office365.

Keuntungan:
Keamanan data terjamin karena data dapat dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti penyimpan data di public cloud tidak aman, ya).
Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari keduanya.

Kerugian:
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.

4 Community Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu, yang consumer-nya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar keamanan, aturan, compliance, dsb. Community Cloud ini bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau lebih organisasi dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya.

Keuntungan:
Bisa bekerja sama dengan organisasi lain dalam komunitas yang mempunyai kepentingan yang sama. Melakukan hal yang sama bersama-sama tentunya lebih ringan daripada melakukannya sendiri.

Kerugian:
Ketergantungan antar organisasi jika tiap-tiap organisasi tersebut saling berbagi sumber daya.

Kesimpulan

Tulisan Pengantar Cloud Computing ini diharapkan bisa memberikan gambaran awal bagi Anda yang belum memahami mengenai Cloud Computing. Setelah Anda paham mengenai karakteristik, jenis layanan, dan deployment model dari cloud computing ini, Anda bisa mulai untuk mendalami sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Dalam perkembangannya banyak sekali penyedia layanan SaaS, PaaS ataupun IaaS yang bisa Anda pertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan anda.
Bagi  end  user,  Anda  bisa  mendalami  bagaimana  memakai  layanan  SaaS  sesuai  dengan aplikasi yang Anda butuhkan karena tren ke depan akan semakin banyak aplikasi yang biasa Anda  gunakan  di  desktop  akan  ada  di  cloud.  Untuk  software  developer  dan  software architect  mulai  sekarang  Anda  bisa  mendalami bagaimana  memanfaatkan  layanan  PaaS untuk membuat aplikasi yang Anda buat berjalan di cloud. Anda cukup fokus kepada aplikasi yang  Andbuat,  dan  biarkan  PaaS  provider  memastikan  rumah yang  nyaman  untuk aplikasi Anda. Jika Anda seorang SysAdmin, IT Pro Anda bisa mendalami IaaS karena Anda yang akan menyiapkan dan memelihara infrastruktur dari cloud.

Referensi